Judulnya saja sudah aneh: kematian yang lupa pernah mencintai seseorang. Detail produksinya nyaris kosong — tanpa tahun, tanpa genre, tanpa nama pemain. Yang tersisa cuma judul ini, dan itu pun sudah cukup bikin kepala berputar. Entah ini kisah tentang maut yang menolak melepaskan, atau cinta yang justru bertahan justru karena ajal datang terlambat. Bisa jadi keduanya. Tanpa sinopsis resmi, semua tafsir terbuka lebar, dan justru di situ daya pikatnya. Mungkin pertanyaan sebenarnya bukan siapa yang mati, tapi siapa yang diam-diam berharap kematian itu tetap lupa.