Pernikahan yang seharusnya jadi hari paling bahagia justru berakhir di altar, saat pengantin pria membatalkannya di depan semua tamu. Sang mempelai wanita berdiri sendirian, gaun masih melekat, harga diri tercabik. Tapi daripada pulang dengan aib, dia mengambil keputusan nekat: menikah saat itu juga dengan seorang CEO yang kebetulan ada di sana. Pria itu dingin, kaya, dan jelas punya alasan sendiri menerima tawaran gila tersebut. Entah siapa yang sebenarnya memanfaatkan siapa. Yang jelas, pernikahan dadakan ini bukan akhir cerita, melainkan awal dari permainan yang jauh lebih berbahaya.