Judulnya terdengar seperti dongeng, tapi jangan berharap kisah peri yang manis. Penguasa Sihir berdiri di wilayah yang nyaris tanpa jejak data — tanpa tahun, tanpa genre, tanpa nama pemain. Yang tersisa cuma judul dan aura kekuasaan yang menggantung di baliknya. Entah ini cerita tentang penyihir yang merebut takhta, entah sihir yang justru menguasai tuannya. Semua detail sengaja dibiarkan kosong, seperti halaman naskah kuno yang tintanya sudah lama mengelupas. Mungkin justru dari kekosongan itulah teka-tekinya dimulai.