Seorang anak kecil berdiri di ambang pintu rumah besar, bajunya lusuh, sementara di dalam sana semua orang sudah sibuk berebut warisan. Judulnya saja sudah memberi petunjuk: ada pewaris sah yang tak pernah dihitung siapa pun. Entah dia anak yang tersesat atau justru satu-satunya yang berhak atas semuanya. Yang jelas, keluarga yang selama ini merasa aman mendadak punya alasan untuk saling curiga. Dan baju lusuh itu mungkin bukan tanda kemiskinan, melainkan tameng paling cerdik yang pernah mereka lewatkan.