Dua bos mafia, satu tawanan. Bagaimana kalau orang yang mereka culik justru jadi penentu siapa yang bertahan? Tawanan itu terjepit di antara dua kepentingan yang sama-sama nggak mau mengalah. Tiap perintah bertabrakan. Tiap ancaman punya konsekuensi. Sampai batas tertentu, dia harus memilih mau jadi bidak siapa. Atau diam-diam main di dua meja sekaligus. Nggak ada yang aman di tengah perang dua bos, termasuk nyawanya sendiri.