Ada satu hal yang lebih perih dari luka fisik: pengkhianatan orang terdekat. Kisah ini mengikuti seorang tokoh yang diam-diam menyimpan dendam bertahun-tahun, tapi ketika kesempatan balas tiba, yang keluar justru tangis. Perasaan campur aduk antara ingin membalas dan rindu akan masa lalu yang indah membuat langkahnya ragu. Siapa sangka, ujung-ujungnya dendam itu berubah menjadi sesuatu yang tak pernah ia duga—bukan kepuasan, melainkan kehilangan yang lebih dalam. Pertanyaannya, apakah ia sanggup melepaskan beban itu atau justru tenggelam dalam penyesalan?