Langit retak di atas kota yang tak pernah benar-benar turun hujan. Di jalan sempit, ada yang mengklaim bisa mengendalikan apa yang jatuh dari langit itu — dan yang lain, rela mata-mata untuk menghentikannya. Siapa yang berhak menentukan takdir, dan siapa yang hanya jadi korban? Di tengah debat yang memanas, sebuah keputusan kecil bisa menjadi pemicungkit untuk bencana besar. Apakah kita yang mengendalikan hujan, atau justru dibawa oleh arusnya?